border="0"

Penganiayaan dan Pencurian oleh Anggota DPD RI Guncang Sulawesi Tengah: Polwan Berani Lapor Meski Terancam

Seorang anggota Polwan Polres Buol (YYS) Laporkan Anggota DPD RI dengan dugaan tindak pidana penganiayaan dan pencurian. FOTO : Istimewa
Seorang anggota Polwan Polres Buol (YYS) Laporkan Anggota DPD RI dengan dugaan tindak pidana penganiayaan dan pencurian. FOTO : Istimewa

SEPERDETIK.COM – Kasus penganiayaan dan pencurian melibatkan seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sulawesi Tengah dengan inisial ART, guncang ketenangan wilayah ini. Kejadian tragis ini melibatkan seorang polisi wanita berani melaporkan tindakan brutal yang dia alami meski harus menghadapi ancaman dan intimidasi.

Peristiwa itu terjadi setelah seorang anggota Polwan Polres Buol, Yenny Yus Rantung (YYS), dan pelaku ART menghabiskan waktu di luar kota selama masa reses DPD RI. Namun, malam yang seharusnya damai berubah menjadi mimpi buruk bagi YYS ketika ART melakukan serangkaian tindakan yang sangat tidak manusiawi.

border="0"

Menurut laporan polisi yang diajukan ke Polres Morowali Utara, insiden mengerikan ini bermula ketika pelaku ART memicu pertengkaran di penginapan tempat mereka menginap. ART mengonsumsi minuman keras, merokok, dan memutar musik keras di tengah malam, mengganggu tidur YYS. Ketika YYS mencoba menegur pelaku atas perilakunya, ART malah memberikan respon dengan umpatan hinaan dan akhirnya melancarkan serangan verbal dan fisik yang mengerikan.

Baca Juga : Pj Bupati Parigi Moutong Bertemu dengan Camat dan Kepala Desa Wilayah Utara

“Penganiayaan dimulai dengan kata-kata kasar, tetapi segera berubah menjadi tindakan fisik brutal. Saya diserang secara tiba-tiba dan dilempar ke meja dengan keras,” ungkap YYS dalam keterangannya kepada media.

Tindakan kekerasan ini ternyata bukan yang pertama kali dialami YYS dari ART. YYS mengungkapkan bahwa kekerasan serupa telah terjadi sejak tahun 2019. Namun, karena ancaman dan intimidasi serta keterlibatan “atasan” korban dalam kasus tersebut, YYS enggan melaporkan kejadian tersebut pada saat itu.

Namun, kali ini, dengan keberanian dan tekad untuk mencari keadilan, YYS memutuskan untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang. Meskipun dalam bayang-bayang ancaman dan intimidasi, YYS dan pengacaranya berharap agar keadilan segera ditegakkan.

Sementara itu, pelaku ART masih belum memberikan tanggapan terkait tuduhan yang dialamatkan padanya. Masyarakat menantikan perkembangan dalam kasus ini dan berharap agar pelaku segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Keberanian YYS dalam menghadapi kekerasan dan mencari keadilan telah menginspirasi banyak orang di Sulawesi Tengah. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menegakkan hukum dan melawan segala bentuk kekerasan, bahkan jika pelakunya adalah orang dengan kedudukan dan pengaruh yang tinggi. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat menjadi contoh bagi semua pihak bahwa tidak ada yang di atas hukum dan setiap orang, termasuk anggota parlemen, harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka.

Konten Lainnya Kunjungi Media sosial Kami di : SEPERDETIK.COM

Editor: Bang kit