border="0"

Skandal Penganiayaan Menimpa Anggota Polwan oleh Anggota DPD RI: “Hubungan Spesial” Terkuak!

Senator DPD RI Abdul Rachman Taha. FOTO : Istimewa
Senator DPD RI Abdul Rachman Taha. FOTO : Istimewa

SEPERDETIK.COM – Kasus dugaan penganiayaan heboh melibatkan seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdul Rachman Taha (ART), dan anggota Polwan, Yenny Yus Rantung, akhirnya terungkap ke publik. Skandal ini mencuat setelah Yenny memberanikan diri mengungkapkan hubungan “spesial” yang dimilikinya dengan ART di depan sejumlah wartawan dalam konferensi pers di Tanaris Caffe, Palu, Jumat malam.

Menurut Yenny, kekerasan tersebut bukan kali pertama dialaminya. Sejak tahun 2019, dia disebut telah menjadi korban tindakan kekerasan serupa oleh ART. Namun, karena ancaman, intimidasi, dan kongkalikong antara pelaku dan orang-orang berpengaruh, Yenny awalnya enggan melaporkan kejadian tersebut.

border="0"

Baca Juga : Penganiayaan dan Pencurian oleh Anggota DPD RI Guncang Sulawesi Tengah

Peristiwa tragis itu bermula pada malam tanggal 16 Oktober 2023, setelah keduanya kembali dari perjalanan reses DPD RI di Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali. Di sebuah penginapan di Desa Tompira, Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, ART diduga memicu percekcokan dengan mengonsumsi minuman keras dan mengusili Yenny yang sedang tidur. Korban merasa terganggu dan menegur pelaku, yang merespons dengan umpatan dan menghina. Kejadian ini berujung pada penganiayaan fisik terhadap Yenny.

“Saya dengan beliau (ART) ada hubungan spesial,” ungkap Yenny di konferensi pers. “Saya mengharap keadilan dan kepastian hukum yang seadil-adilnya atas perlakuan yang dialami.”

Yenny melaporkan insiden tersebut ke Polres Morowali Utara pada 17 Oktober 2023, sesaat setelah kejadian. Dalam laporan terpisah, Yenny juga melaporkan dugaan pencurian kendaraan bermotor roda empat oleh ART ke SPKT Polda Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2023. Setelah melakukan penganiayaan, pelaku juga kabur dengan mobil milik korban.

Pelaku, Abdul Rachman Taha (ART), belum memberikan tanggapan atau klarifikasi mengenai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, meskipun telah diupayakan konfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp. Publik menanti perkembangan kasus ini dengan penuh ketegangan, sambil berharap agar keadilan akan segera ditegakkan dalam skandal yang mencoreng nama baik kedua belah pihak.

Konten Lainnya Kunjungi Media sosial Kami di : SEPERDETIK.COM

Editor: Bang kit